Tiga-Agen-Asal-Korea-Utara-di-Tangkap-Amerika-Atas-Tuduhan-Penipuan
Seputar Mancanegara

Tiga Agen Asal Korea Utara di Tangkap Amerika Atas Tuduhan Penipuan

Berita Terbaru – Tiga warga Korea Utara juga dituduh memperdagangkan mata uang digital di bawah skema jahat. Meski didakwa dengan sejumlah tuntutan pidana, ketiganya tidak ditangkap. Dalam kasus ini, otoritas AS juga mendakwa warga negara Kanada dengan pencucian uang. Mereka juga dituduh menjadi bagian dari serangan internet Wannacry 2017. Serangan itu melumpuhkan sistem komputer layanan kesehatan Inggris dalam skala nasional.

Saat mengumumkan kasus tersebut, Asisten Jaksa Agung Keamanan Nasional, John Demers, mengatakan Korea Utara “telah menjadi sindikat kriminal terstruktur”. Salah satu penduduk Korea Utara adalah Park Jin Hyok. Dua tahun lalu dia dituduh terlibat dalam peretasan Sony Entertainment Pictures pada 2014. Park bersama dua warga Korea Utara lainnya, Jon Chang Hyok dan Kim Il dituduh berkonspirasi dalam penipuan layanan perbankan dan penipuan melalui media elektronik seperti telepon dan email.

Kementerian Kehakiman AS menuduh mereka bertiga bekerja untuk Biro Umum Pengintaian, sebuah badan intelijen di angkatan bersenjata Korea Utara. Agen intelijen Korea Utara memakai keyboard dan bukan senjata api atau senjata tajam . Mereka mencuri dompet digital, bukan karung uang tunai. John Demers selaku Asisten Jaksa Agung AS mengatakan bahwa mereka adalah perampok bank terkemuka di dunia.

Tiga orang yang dituduh oleh otoritas AS diyakini berada di Korea Utara. Pemerintah Korea Utara tidak pernah mengekstradisi warganya untuk menghadapi proses penegakan hukum di AS. Sementara itu, warga Amerika keturunan Kanada bernama Ghaleb Alaumary, 37, dituduh melakukan pencucian uang yang dihancurkan. Dakwaan untuk Alaumary diumumkan pada Rabu (17/02). Dia akan dituntut dalam kasus terpisah. Pejabat tinggi Jaksa Agung AS mengklaim Alaumary telah mengaku bersalah.

Dipicu oleh film satir

Hal ini diyakini oleh banyak orang menjadi motif ketiga warga Korea Utara tersebut menyerang Sony Entertainment Picture pada tahun 2014. The Interview adalah film yang diproduksi oleh Sony Entertainment Picture. Didalam film Satir yang dibintangi Seth Rogen dan James Franco itu sudah menjelekkan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Cerita film ini berpusat pada plot pembunuhan fiksi melawan Kim Jong-un.

Ketiga warga Korea Utara tersebut juga diyakini terlibat dalam serangan WannaCry 2.0 pada 2017. Serangan itu telah menonaktifkan sistem komputer Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris. Akibatnya lebih dari 150 negara di seluruh dunia ikut terpengaruh. Akibat serangan terhadap sistem internet tersebut, jadwal operasi dan pertemuan antara dokter dan pasien pun dibatalkan.

Analisis Mengenai Kasus Ini

Ada tiga tujuan umum mengapa pemerintah suatu negara memilih serangan siber untuk melindungi kepentingannya. Tujuannya untuk mencuri kekayaan intelektual, memata-matai, dan ikut campur dalam politik negara lain. Namun, tuduhan yang baru saja diumumkan oleh Kejaksaan Agung AS memberikan bukti baru bahwa Korea Utara menentang tren tersebut.

Negara yang terisolasi secara politik sebenarnya jauh lebih tertarik untuk menghasilkan uang. Seperti yang dikatakan oleh Asisten Jaksa Agung AS, para peretas Korea Utara adalah “perampok bank terkemuka di dunia”. Dari semua kekuatan besar di dunia maya, Korea Utara yang berulang kali menggunakan keterampilan mereka untuk menopang ekonomi yang sedang berkembang. Pendekatan ini bekerja dengan cukup baik. Dari peretasan ini saja, mereka mendapat lebih dari Rp 18 triliun.

Pada saat para peretas di negara lain menimbulkan kekacauan dan kekacauan politik, orang-orang ini menghasilkan uang untuk pemerintah Korea Utara. Ketiga warga Korea Utara itu juga dituduh melakukan tindakan yang menargetkan kontraktor pertahanan dan energi yang bekerja untuk pemerintah AS. Akibat strategi mereka, klaim otoritas AS, sejumlah pejabat Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan tertipu dan rela membongkar rahasia mereka. Dampaknya, kata Jaksa Agung AS, ketiga peretas asal Korea Utara itu bisa mengakses komputer pejabat AS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *